Sahifa fully responsive WordPress News, Magazine, Newspaper, and blog ThemeForest one of the most versatile website themes in the world.

Sosialisasi Pemantauan Pemutihan Karang

IMG_2337
Pemantauan Terumbu Karang Taman Nasional Perairan Laut Sawu
May 15, 2016
ilustrasi menjangan
Menjangan, Sebuah Perjalanan Suci
May 25, 2016
Show all
IMG_6885

Fenomena pemutihan karang yang terjadi di Indonesia semenjak awal tahun 2016 membuat banyak pihak mulai menaruh perhatian khusus kepada isu ini. Reef Check Indonesia bersama dengan BPSPL menginisiasi jejaring tanggap pemutihan karang di Indonesia. Hari ini (16/3) dilakukan sosialisasi pemantauan pemutihan karang di daerah Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara Barat, dan Nusa Tenggara Timur oleh BPSPL Denpasar bersama dengan Reef Check Indonesia yang dihadiri oleh Coral Reef Alliance, Universitas Udayana, The Nature Conservancy, Coral Triangle Center, BKSDA Nusa Tenggara Barat, Universitas Brawijaya, Nusa Dua Reef Foundation, Badan Penelitian dan Observasi Laut, dan Indonesia Biodiversity Research Center.

Pariama Hutasoit dari Nusa Dua Reef Foundation

Pariama Hutasoit dari Nusa Dua Reef Foundation

Fokus dari diskusi ini yang pertama adalah untuk mensosialisasikan metode-metode yang sudah disepakati bersama sebagai standar metode yang dipakai di seluruh Indonesia, sehingga semua data yang terkumpul dapat diolah dengan lebih luas dan lengkap. Yang kedua tujuannya adalah untuk inventarisasi sumber daya yang dimiliki oleh masing-masing stakeholder yang terkait untuk melakukan pemantauan, sehingga terjadi iklim saling melengkapi sumberdaya dan pemantauan pemutihan karang ini dapat dilakukan dalam skala yang lebih luas dan dalam frekuensi yang lebih sering.

Dalam diskusi ini pula disampaikan bahwa sikap pemerintah juga menjadi sangat penting, berkaitan dengan kebijakan strategis yang bisa dilakukan di berbagai wilayah, juga mensosialisasikan tentang bahwa pemutihan karang ini adalah kejadian yang mengancam perekonomian Indonesia baik dari sektor perikanan maupun sektor pariwisata, serta masih banyak lagi sektor lainnya yang akan terdampak. Ini memang kali pertama pemerintah terlibat banyak dalam kegiatan pemantauan pemutihan karang, sehingga harapannya ini dapat menjadi titik awal dibangunnya sistem tanggap bencana oleh pemerintah terkait soal pemutihan karang.

Derta Purwita - Reef Check Indonesia

Derta Purwita – Reef Check Indonesia

Derta Purwita dari Reef Check Indonesia juga menyampaikan bahwa metode yang digunakan belum dalam bentuk yang paling terakhir, sehingga masih perlu banyak lagi penyempurnaan, tetapi paling tidak formulir dalam versi beta ini sudah dapat digunakan dan bisa menjadi data yang merepresentasikan kejadian pemutihan karang di Indonesia tahun ini sehingga di tahun-tahun kedepan, rencana aksi tanggap sudah dapat diformulasi dan dilaksanakan. Beberapa daerah seperti Jawa Timur, di Kondang Merak, beberapa tempat di Bali seperti Nusa Dua, serta Nusa Tenggara Timur dan Nusa Tenggara Barat sudah melakukan pemantauan terkait dengan pemutihan karang ini. Harapannya semakin banyak orang yang terlibat dan semakin luas cakupan pengumpulan data tentang pemutihan karang, akan membuat data semakin lengkap demi kelangsungan kejayaan Indonesia dalam sektor maritim.

*Terumbu karang merupakan salah satu kekayaan alam Indonesia, dengan fungsi sangat penting antara lain pelindung ekosistem pantai, rumah bagi banyak jenis mahluk hidup di laut, sumber obat-obatan, objek wisata, daerah penelitian, dan mempunyai nilai spiritual di beberapa daerah. Disisi lain, terumbu karang juga menghadapi berbagai ancaman, baik yang sifatnya alami maupun akibat kegiatan manusia. Salah satu ancaman yang berdampak luas dan cepat adalah pemutihan karang massal akibat meningkatnya suhu permukaan laut. Untuk mengetahui lebih lanjut tentang pemutihan karang dan langkah-langkah pemantauannya silahkan klik di sini Coral Bleaching Indonesia.

*Terimakasih kepada: BPSPL Denpasar, Coral Reef Alliance, Universitas Udayana, The Nature Conservancy, Coral Triangle Center, BKSDA Nusa Tenggara Barat, Universitas Brawijaya, Nusa Dua Reef Foundation, Badan Penelitian dan Observasi Laut, Indonesia Biodiversity Research Center

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *