Sahifa fully responsive WordPress News, Magazine, Newspaper, and blog ThemeForest one of the most versatile website themes in the world.

Kerja Kolaboratif Tanggap Pemutihan Karang

jarnus
Jaring Nusantara Perikanan Bertanggung Jawab
May 26, 2016
ilustrasi_1
Dampak Penyelam Terhadap Terumbu Karang
June 20, 2016
Show all
ilustrasi menjangan

Photo ilustrasi pemutihan karang: Sutra Anjani

Pada tanggal 8 Juni 2016, Reef Check Indonesia mengadakan pertemuan dengan Direktur Jenderal KSDAE KLHK; Dr. Ir. Tachrir Fathoni, M. Sc beserta Direktorat Kawasan Konservasi, dan Konservasi Keanekaragaman Hayati.

Pertemuan ini dilakukan berkaitan dengan fenomena pemutihan karang yang dilaporkan terjadi juga di beberapa kawasan Taman Nasional yang berada di bawah otoritas Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan. Pemutihan karang merupakan kondisi dimana karang kehilangan zooxanthellae. Karang dalam kondisi memutih tersebut belum sepenuhnya mati, namun kehilangan warna dan kehilangan ±95% asupan nutrisi. Jika pemutihan berlangsung dalam waktu yang lebih lama, maka terumbu karang akan mati dan mempengaruhi ekosistem di sekitarnya serta kegiatan dan mata pencaharian yang bergantung pada terumbu karang; missal: perikanan, pariwisata, dan lain-lain.

Taman Nasional berada di bawah otoritas Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan merupakan kawasan konservasi yang telah ada puluhan tahun yang lalu yang sampai sekarang masih berdiri mengingat manfaatnya yang besar untuk lingkungan kita. Misalnya Taman Nasional Karimunjawa yang dikena sebagai lokasi wisata bahari dengan hamparan terumbu karang yang sangat luas dan mudah diakses. Taman Nasional Komodo, yang diketahui sebagai lokasi penyelaman berskala internasional, serta masih banyak lagi Taman Nasional di Indonesia dengan berbagai macam fungsinya yang memiliki wilayah laut yang luas.

Pemutihan karang tentu saja menjadi ancaman terhadap Taman Nasional itu sendiri. Beberapa dekade terakhir, pemutihan karang telah mendeklarasikan diri sebagai ancaman paling massif dan paling cepat pada terumbu karang dan laut jika tidak ditanggapi secara adaptif. Kerja keras Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan akan menjadi sia-sia, lebih lagi rusaknya terumbu karang akan menimbulkan dampak kepada aspek pemanfaatannya.

Direktorat Jenderal KSDAE – KLHK berencana melakukan pertemuan dan diskusi dengan Balai Taman Nasional di Indonesia dan para mitra yang bekerja di kawasan tersebut untuk merumuskan langkah aksi yang adaptif, serta apa yang dapat dilakukan dalam menghadapi perubahan iklim dalam bentuk pemutihan karang ini.

Reef Check Indonesia bersama dengan Direktorat Jenderal KSDAE sedang merumuskan rencana duduk dengar dan diskusi yang berkaitan dengan perubahan iklim dalam bentuk pemutihan karang ini.

*daftar singkatan

  1. KSDAE: Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem
  2. KLHK: Kementerian Lingkungan Hidup dan kehutanan

*Terumbu karang merupakan salah satu kekayaan alam Indonesia, dengan fungsi sangat penting antara lain pelindung ekosistem pantai, rumah bagi banyak jenis mahluk hidup di laut, sumber obat-obatan, objek wisata, daerah penelitian, dan mempunyai nilai spiritual di beberapa daerah. Disisi lain, terumbu karang juga menghadapi berbagai ancaman, baik yang sifatnya alami maupun akibat kegiatan manusia. Salah satu ancaman yang berdampak luas dan cepat adalah pemutihan karang massal akibat meningkatnya suhu permukaan laut. Untuk mengetahui lebih lanjut tentang pemutihan karang dan langkah-langkah pemantauannya silahkan klik di sini Coral Bleaching Indonesia.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *