Sahifa fully responsive WordPress News, Magazine, Newspaper, and blog ThemeForest one of the most versatile website themes in the world.

Rehabilitasi Terumbu Karang Penuktukan

gelang
Pendanaan Mandiri Tag Donasi Amed
August 1, 2016
Picture2
Pendidikan Konservasi Megafauna Laut di Solor
August 21, 2016
Show all
IMG_8034

Penuktukan, Jumat, 19 Agustus 2016 – Kelompok masyarakat Desa Penuktukan (kecamatan Tejakula, kabupaten Buleleng) yang terdiri dari kelompok DPL Taman Segara, Pokmaswas Taman Segara Desa Penuktukan serta didukung oleh beberapa lembaga swadaya masyarakat seperti Reef Check Indonesia, Coral Reef Alliance, dan LINI  mengadakan serangkaian kegiatan pelestarian lingkungan dengan tajuk “Palisan Coral Reef Conservation”. Kegiatan ini juga didukung oleh kelompok masyarakat dari desa sekitar seperti kelompok dari desa Bondalem, Pacung, Tejakula, serta Les.

Kelompok masyarakat di Desa Penuktukan ini memiliki keprihatinan dan kepedulian yang besar pada laut mereka, karena mereka melihat sendiri apa yang terjadi di laut mereka sekarang ini. Melalui acara “Palisan Coral Reef Conservation”, kelompok masyarakat di desa Penuktukan ini ingin mengajak lebih banyak lagi orang untuk menaruh kepedulian terhadap masa depan laut mereka. Kegiatan yang diadakan di Pantai Palisan, Penuktukan ini dilakukan dengan menenggelamkan 30 buah struktur buatan (hexadome) yang diharapkan dapat membantu merehabilitasi laut dan terumbu karang dengan menyediakan rumah bagi ikan dan struktur yang kuat bagi karang untuk tumbuh.

Warga masyarakat desa Penuktukan

Warga masyarakat desa Penuktukan

Made Alas Tapa – ketua Pokmaswas (Kelompok Masyarakat Pengawas) Desa Penuktukan mengatakan bahwa mereka menyadari ikan yang ada jumlahnya semakin berkurang, begitu pula dengan terumbu karang. Dengan adanya acara penurunan struktur buatan (hexadome) ini, ikan akan kembali bertambah banyak, begitu pula dengan karangnya. Rencana jangka panjang dari kelompok masyarakat desa Penuktukan ini adalah dengan menjadikan tempat rehabilitasi terumbu karang dan laut tersebut juga sebagai kawasan pariwisata menyelam dan snorkeling. Hal ini merupakan salah satu upaya terwujudnya pendanaan mandiri yang merupakan elemen penting dalam perwujudan perlindungan dan perbaikan laut dan terumbu karang.

Made Alas Tapa melanjutkan, bahwa kegiatan ini tidak berhenti sampai di sini. Ini baru permulaan sebuah tugas yang berat, yaitu mengawasi dan merawat supaya tidak semakin rusak. Tugas ini tidak hanya menjadi milik Pokmaswas, tetapi juga semua warga masyarakat, baik yang tinggal di pesisir pantai maupun yang ada di tempat lain. Dahulu tempat ini memiliki terumbu karang yang bagus dan ikan yang banyak, namun karena banyaknya orang yang mengambil terumbu karang, laut pun menjadi rusak. Sekarang menjadi tugas kita semua untuk mengembalikan lagi kondisi laut seperti dulu sehingga kita dapat menikmati hasilnya, tegas Made Alas Tapa.

Made Alas Tapa, ketua Pokmaswas Taman Segara desa Penuktukan

Gede Maduarta, perbekel Desa Penuktukan, menambahkan bahwa selain berfokus pada perlindungan dan rehabilitasi laut, Desa Penuktukan sendiri memiliki visi kedepan menjadikan kawasan Pantai Palisan yang termasuk di dalam Desa Penuktukan sebagai kawasan wisata laut. Wisatawan dapat berkunjung ke Pantai Palisan ini untuk melakukan aktivitas menyelam dan snorkeling.

Bupati Buleleng, Putu Agus Suradnyana yang hadir pada saat pelaksanaan acara ini sangat mengapresiasi acara ini sebagai salah satu acara yang mampu digagas dan dilakukan oleh warga secara mandiri dalam bidang konservasi dan kelautan. Bupati Buleleng juga menyinggung soal kemungkinan Bali Buleleng Dive Festival (BBDF) dapat dilaksanakan juga di Kecamatan Tejakula jika warga masyarakat di Buleleng Timur sudah siap.

Peta bawah air lokasi rehabilitasi

Penuktukan, sebagai salah satu desa yang terletak di Kecamatan Tejakula, yang terdiri dari beberapa desa lainnya memiliki potensi yang luar biasa sebagai satu kesatuan wilayah. Mulai dari potensi perikanan, pariwisata darat, dan pariwisata laut. Dukungan yang juga datang dari desa sekitar Penuktukan merupakan upaya bersama terwujudnya pengelolaan kolaboratif kecamatan Tejakula sebagai kawasan terintegrasi, sehingga upaya-upaya perlindungan dan pengelolaan laut dapat berjalan secara maksimal.

 

*acara “Palisan Coral Reef Conservation” ini digagas oleh Pemerintah Desa Penuktukan, DPL Taman Segara Desa Penuktukan, dan Pokmaswas Taman Segara Desa Penuktukan; serta didukung oleh Desa Bondalem, Desa Pacung, Desa Tejakula, Desa Les, Reef Check Foundation Indonesia, Coral Reef Alliance, dan LINI

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *